Payakumbuh, ArchipelagoPost - Sesuai dengan himbauan Walikota Payakumbuh Riza Falepi untuk meramaikan mesjid, melaksanakan tabligh akbar dan mengevaluasi diri dengan kegiatan keagamaan, serta instruksi Kepala Dinas Pendidikan kepada kepala sekolah untuk menyampaikan kepada anak agar tidak hura-hura di malam pergantian tahun. SMPN 4 Payakumbuh menggelar Malam Bina Iman Dan Takwa (Mabit) bagi siswa-siswi dan majelis guru pada 31 Desember 2018.

Kegiatan ini muncul dari mesepakatan disekolah, untuk dikhususkan kepada siswa yang tergabung dalam OSIS dan Pramuka yang aktif untuk Mabit didampingi oleh guru pembina, dan guru-guru lain yang tidak berlibur diluar kota.

Kepala SMPN 4 Payakumbuh Mardiyus, M.Pd ketika ditemui media Rabu (2/1) di kantornya mengatakan awalnya undangan untuk melaksanakan Mabit disampaikan langsung pada waktu penerimaan lapor, sekolah menghimbau kepada walimurid untuk mengikutsertakan anaknya dalam kegiatan Malbit disekolah.

"Mabit yang kita laksanakan di malam pergantian tahun baru ini kita konsultasikan dengan narasumber, dan untuk pendaftaran peserta di waktu maghrib, dan petugas keamanan sekolah Yudi Saputra juga kita korrdinasikan untuk standby agar ada rasa aman dan nyaman dalam melaksanakan kegiatan," ujar Mardiyus.

Kegiatan Mabit di SMP N 4 Payakumbuh diawali dengan sholat maghrib bersama Kepala Dinas Drs. AH. Agustion, lalu di lanjutkan dengan Kultum, pembinaan keimanan, sholat isya berjamaah, dan makan malam bersama.

Mardiyus mengatakan pendekatan kepada anak didik sangat terasa dalam Mabit ini, selain tepat sasaran juga lebih kena ke diri anak didik. Dipesankan kepada anak didik untuk mengevaluasi tahun 2018 dengan banyak beribadah, dan pada awal tahun 2019 juga memperbanyak ibadah.

"Pagi hari 2019 dimulai dengan tahajjud, sembari menunggu waktu subuh anak didik kembali melaksanakan hafidz qur'an, setelah sholat subuh dilaksanakan setor ayat siswa, lalu dilanjutkan dengan olahraga pagi, baru pada pukul 08.00 makan pagi, setelah itu dilakukan penutupan, kegiatan selesai pada pukul 08.30 dan siswa pulang kerumah masing-masing," ujar Mardiyus.

Mardiyus yang pernah menjadi Kepala SMPN 3 Payakumbuh ini menambahkan pada hari penutupan diminta anak didik untuk mengevaluasi diri, membandingkan apa yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, yang sebelumnya berhura-hura maka sekarang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak membuang waktu dengan percuma dan tidak membahayakan diri dengan berkendara beramai-ramai di malam pergantian Tahun Baru.

Hal ini mendapatkan respon positif dan apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Drs. AH. Agustion, menurutnya SMPN 4 Payakumbuh sebagai satu-satunya sekolah yang melaksanakan Mabit di Kota Payakumbuh dalam mengisi malam pergantian tahun bisa membawa perubahan kepada anak didik kedepan, khususnya dibidang pemberdayaan mental anak.

"Masa-masa sekarang adalah masa yang rentan dengan perubahan, bila orang tua lalai ketika masa-masa kritis ini, maka masa depan anak dapat terancam. anak didik butuh jati diri, ketika tak punya jati diri maka disanalah akan terjadi kerusakan mental pada anak," ujar Agustion. (Rstp)

 
Top